<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6411484433644948660</id><updated>2012-02-16T18:07:44.200-08:00</updated><category term='kota'/><category term='SMU Marsudi Luhur'/><category term='jurnalistik'/><category term='tantangan'/><category term='peluang bisnis'/><title type='text'>eko sutriyanto co id</title><subtitle type='html'>Saya Eko Sutriyanto adalah wartawan Harian Metro Banjar, surat kabar yang terbit di wilayah Kalimantan Selatan. Keseharian saya meliput di  wilayah Kabupaten Banjar.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ekosutriyanto.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6411484433644948660/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekosutriyanto.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ekosutriyantodotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17817081341127069590</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6411484433644948660.post-8172377606548842324</id><published>2007-12-17T02:24:00.000-08:00</published><updated>2007-12-17T03:06:24.770-08:00</updated><title type='text'>Asiknya Pulang Kampung</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_X47UBoy8QVM/R2ZPTcqb9tI/AAAAAAAAABE/TvJVPPrZ4E4/s1600-h/eko7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_X47UBoy8QVM/R2ZPTcqb9tI/AAAAAAAAABE/TvJVPPrZ4E4/s320/eko7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144886819847665362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;P&gt;
NATAL 2008 ini merupakan hari yang cukup membahagiakan bagiku. Selama merantau ke Banjarmasin ini, tidak pernah sekalipun saya menyempatkan malam Natal ibu dan ketiga adikku di rumah. Aku lebih sibuk dengan menjadi panitia perayaan Natal di gereja di Banjarbaru.

&lt;P&gt;Bukan sekedar pulang kampung merayakan Natal saja, kepulanganku ke Yogyakarta tempat kelahiran, tempat menuntut ilmu hingga akhirnya merantau kerja, Natal kali ini bakal aku ingat selamanya. Sehari sebelum perayaan Natal, rencananya aku melamar Christiana Sidupa yang menjadi pacarku selama 8 bulan mengisi hari-hariku.
 
&lt;P&gt;Ya, mementum Natal ini aku ingin merasakan nuansa yang baru. Aku masih ingat pesan ayah, yang menginginkanku cepat menikah atau setidaknya mempunyai pacar yang serius. Sampai ayah meninggal dunia, apa yang menjadi keinginannya belum aku turuti.

&lt;P&gt;Mungkin aku dahulu terlalu takut. "Kalau kamu takut, belum siap, kapan kamu menikah. Bapakmu ini sudah tua," ujar ayah waktu itu. Belum genap setahun menguncapkan kalimat itu ayah benar-benar mendahului akibat penyakit yang dideritanya.

&lt;P&gt;Jika diingat-ingat akan muncul perkataan menyesal. Namun, apa gunakanya. Justru ada kesempatan untuk pulang, aku akan mempergunakan memontem Natal kali ini untuk hal-hal yang lebih positif. Terutama menapaki kehidupan yang baru, bersama dengan Christin tentunya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6411484433644948660-8172377606548842324?l=ekosutriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekosutriyanto.blogspot.com/feeds/8172377606548842324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6411484433644948660&amp;postID=8172377606548842324&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6411484433644948660/posts/default/8172377606548842324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6411484433644948660/posts/default/8172377606548842324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekosutriyanto.blogspot.com/2007/12/asiknya-pulang-kampung.html' title='Asiknya Pulang Kampung'/><author><name>ekosutriyantodotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17817081341127069590</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_X47UBoy8QVM/R2ZPTcqb9tI/AAAAAAAAABE/TvJVPPrZ4E4/s72-c/eko7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6411484433644948660.post-6796363050906574041</id><published>2007-12-15T20:17:00.000-08:00</published><updated>2007-12-16T21:56:22.308-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kota'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jurnalistik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tantangan'/><title type='text'>Asiknya di Tempat  Baru</title><content type='html'>"MENGENAL tempat kerja yang baru apalagi setelah empat tahuntidak dipindah membuat saya memang harus bekerja keras untuk menyesuaikan di Kota Banjarmasin, tempatku sekarang. Kondisi maupun sistem kerja berbeda 180 derajat. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;P&gt;Kaidah-kaidah ataupun prinsip yang selama hampir empat tahun akan kedepankan tidak mudah dijalankan di kota ini. Jika selamahampir 4 tahun ini aku berusaha membobol berita dari media lain, namun jangan harap di Banjarmasin bisa. &lt;P&gt;Ganjalan inilah yang terkadang membuat pusing bagaimana bisa membobol. Persoalannya narasumber dengan sukarela menghubungi seluruh media. Tidak ada cara lain, aku harus memberikan suasana yang berbeda dibandingkan dengan media lain. &lt;P&gt; Namun itupun tidak gampang. Keleluasaan aparat kepolisian di Kabupaten Banjar tidak sesusah di Banjarmasin. Keterangan hanya bisa diperoleh dari satu narasumber maupun tersangka di ruangan narasumber. &lt;P&gt; Menjadi sulit ketika kita akan mengorek keterangan yang lainnya, yang tentunya lebih sangat menarik perhatian pembaca. Repotnya akses inilah yang sampai sekarang belum bisa diperoleh aku di sini. &lt;P&gt; Sebenarnya banyak cara untuk mendapatkan akses seperti ini. Namun, itupun membutuhkan waktu yang panjang dan penyesuaian yang tidak cepat. Hanya wartawan yang mempunyai jalur tertentulah yang bisa masuk. &lt;P&gt; Namun dibalik itu semua, kembali, sebagai jurnalis ini adalah sebuah tantangan. Jangan pernah menyerah. Saat ada kesempatan, diambil. Penuhi dengan beragam informasi, niscaya berita akan lebih legkap dan menarik perhatian.Namun dibalik itu semua, kembali, sebagai jurnalis ini adalah sebuah tantangan. Jangan pernah menyerah. Saat ada kesempatan, diambil. Penuhi dengan beragam informasi, niscaya berita akan lebih
lengkap dan menarik perhatian. &lt;P&gt; Memang saat kita ditempatkan perusahaan di suatu kota, tercipta sebuah ikatan emosi di kota itu. Tanpa disadari, bagi seorang jurnalis, keberadaan yang lama di suatu kota memang membelenggu. &lt;P&gt; Sederhananya saat kita biasa makan nasi namun saat nasi dari beras habis maka makanan diganti sagu, tentunya kita terbelenggu. Coba kalau kita telah mencicipi pernah tinggal di wilayah tertentu, tentunya sudah bisa mengikuti.&lt;/span&gt; 
 

Banjarmasin, 16 Desember 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6411484433644948660-6796363050906574041?l=ekosutriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekosutriyanto.blogspot.com/feeds/6796363050906574041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6411484433644948660&amp;postID=6796363050906574041&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6411484433644948660/posts/default/6796363050906574041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6411484433644948660/posts/default/6796363050906574041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekosutriyanto.blogspot.com/2007/12/asiknya-di-tempat-baru.html' title='Asiknya di Tempat  Baru'/><author><name>ekosutriyantodotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17817081341127069590</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6411484433644948660.post-8480889976229897571</id><published>2007-12-14T17:47:00.001-08:00</published><updated>2007-12-14T18:08:28.847-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peluang bisnis'/><title type='text'>bisnis yang menggiurkan</title><content type='html'>Pagi hari, Jumat (30/11) aku sudah terlibat pembicaraan dengan  salah seorang temanku. Ia menawariku investasi yang cukup menggiurkan. “Cukup lima juta yang kita kita berikan nanti akan dikasih bunga 500 ribu per bulan,” kata temannya menawarkan. 
Tawaran itu memang cukup menggiurkan. Bayangkan hanya menyerahkan uang Rp 5 juta, uang kita akan membengkak menjadi Rp 5,5 juta dalam sebulan dan akan bisa menjadi Rp 11 juta jika dibenamkan setahun. &lt;P&gt;Aku pun menjawabnya enteng. “Saya tidak akan pernah mauberinvestasi tanpa aku melihat atau terlibat langsung dalam bisnis itu,” tegasku. Memang jaman sekarang orang ingin mencari berbagai kemudahan dalam mencari uang. Tinggal setor uang yang kita miliki  entah uang darimana mungkin juga dari pinjaman bank, tanpa kerja keras dan hasil yang menggiurkan. &lt;P&gt; Kendati aku punya uang yang jauh lebih banyak dari itu, aku tetap menolaknya. Hitung hitunganku sederhana saja. Usaha travel yang ditawarkan temanku tidak membutuhkan dana yang besar. Ia bisa mendapatkan uang Rp 5 juta dari usahanya. &lt;P&gt; Seorang pengusaha selalu ingin selalu mengembangkan usahanya agar jauh lebih besar. Persoalan modal apalagi hanya Rp 5 juta bagi seorang pengusaha atau wiraswasta bukanlah persoalan. “Masak punya usaha begitu tidak punya uang Rp 5 juta?,” tanyaku. Aku menolaknya. &lt;P&gt; Bagiku, itu bisa –bukan berarti menuduh– menjadi akal-akalan melakukan penipuan. Berapa yang dibutuhkan seorang pengusaha bidang travel untuk mengembangkan usaha penjualan tiket. Hal itulah yangmembuatku ragu. &lt;P&gt; Dalam benakku, mengapa ia tidak mencari usaha sendiri. Tidak punyai jaminan mungkin menjadi alasan mengapa sang pengusaha tidak bisa meminjam di bank sehingga akhirnya memilih jalan dengan pinjamuang yang tanpa bunga dengan memberi hasil bunga lebih besar. &lt;P&gt; Jangan mudah mempercayai orang yang menberikan bunga besar. Bisa-bisa justru akan menjadi korban penipuan. Sudah banyak orang yang dirugikan terkait usaha bisnis dengan setor modal tanpa kita tahu usaha apa yang dijalankan, prospeknya dan lantar belakang pengusaha.&lt;P&gt; Setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat kita ditawari usaha dengan bunga yang cukup besar lebih besar dari bunga bank sehingga terhindar dari penipuan. &lt;P&gt; 1. Pastikan usahanya apa, bagaimana prospek usaha2. Pastikan anda terlibat langsung dalam pengelolaan usaha.3. Minta transparansi usaha, jangan cuek-cuek saja yang penting setiap bulan dapat bunga.4. Pastikan dalam perjanjian usaha, uang bisa ditarik sewaktuªwaktu.5. Tarik kembali uang anda jika situasinya genting.6. Saat ada mendapatkan hasil bunga yang nilainya sama dengan sesuai dengan yang disetor segera tarik uang anda dan biarkan uang hasil bunga itu bekerja untuk anda. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6411484433644948660-8480889976229897571?l=ekosutriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekosutriyanto.blogspot.com/feeds/8480889976229897571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6411484433644948660&amp;postID=8480889976229897571&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6411484433644948660/posts/default/8480889976229897571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6411484433644948660/posts/default/8480889976229897571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekosutriyanto.blogspot.com/2007/12/bisnis-yang-menggiurkan.html' title='bisnis yang menggiurkan'/><author><name>ekosutriyantodotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17817081341127069590</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6411484433644948660.post-3344910108215233429</id><published>2007-11-13T02:35:00.000-08:00</published><updated>2007-12-14T17:43:30.984-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jurnalistik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SMU Marsudi Luhur'/><title type='text'>Biografi Jurnalistik Eko Sutriyanto</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Berkomukasi dengan banyak orang dan dikenal banyak orang”.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;
&lt;p&gt;Itulah yang melatarbelakangi saya menyukai jurnalistik sampai akhirnya terjun benar-benar bercimpung dalam jurnalistik. Untuk mencapai profesi ini tidaklah mudah. Perlu usaha dan mengambil kesempatan yang ada mumpung saat masih muda. Pengalaman jurnalistik yang tertuang dalam blog ini saya harapkan bisa menjadi pemicu bagi kalangan muda yang suka jurnalistik dan ingin terjun ke dunia jurnalistik yang penuh tantangan ini. &lt;P&gt;Masih ingat dalam memori otak saya, saat saya duduk di bangku Sekolah Menengah Umum (SMU) Marsudi Luhur Yogyakarta kelas I tahun 1991, untuk pertamakalinya tulisan saya termuat di Harian Bernas Yogyakarta di salah satu rubrik Surat Pembaca. Kolom nya saat itu Dari Anda. Bukan artikel, opini ataupun berita yang saya buat ketika itu, namun hanya sebuah permintaan alamat Himpunan Seni Fotografer Amatir (HISFA). &lt;p&gt;Memang saat itu lebih saya tertarik fotografi dibandingkan dengan menjadi wartawan. Namun dalam perkembangannya saya kembali menuliskan di rubrik yang sama tentang sebuah tulisan tentang kejengkelan atau lebih tepatnya keluhan saya terhadap ulah para awak bus kota (saat itu memang saya hanya mampu naik bus kota) yang mengenakan tarif Rp 150 gara-gara saya memakai jaket, padahal tarif siswa saat itu hanyalah Rp 100. &lt;P&gt; Dua kali dimuat di Harian Bernas itu akhirnya mendorong aku suka jurnalistik. Selepas SMU Marsudi Luhur, saya ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Saat orang tua menanyakan keinginan saya kuliah dengan mantap saya ingin ke jurusan Sastra Indonesia. Harapannya, bisa menjadi jurnalis tentunya. Namun niat mulai menjadi seorang jurnalis terganjal. Orang tua saya tidak menginginkan aku menjadi seorang jurnalis. &lt;P&gt;“Lah kalau kamu sakit tidak bisa bikin berita kamu mau makan apa. Sudah kamu ambil jurusan Akuntansi. Teman ayah mau bikin perusahaan di Bali. Kamu bisa bantu di sana,” kata almarhum ayah. &lt;P&gt; Lantas saya mengikuti UMPTN UGM. Pilihan pertama Akuntansi sementara pilihan kedua Sastra Indonesia. Karena tidak begitu pintar saya gagal UMPTN. Akhirnya dengan urutan pilihan yang sama saya mendaftar di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan lolos Prodi Akuntansi. &lt;P&gt; Setelah setahun, tepatnya tahun 1995 majalah kampus USD, Natas membuka pendaftaran sebagai reporter kampus. Itung-itung sebagai pelampiasan gagal di Sastra Indonesia, saya masuk dan dinyatakan lolos setelah dipelonco untuk berjalan kaki dari Candi Prambanan sampai kampus USD di Mrican yang berjarak sekitar 30 km. &lt;P&gt;Bergabung menjadi tim redaksi Natas cukup menyenangkan. Bukan karena apa, selain bisa nulis berkat masuk Natas, saya mendapatkan kesempatan mendapatkan bantuan khusus Rp 25 ribu per bulan. Saat itu harga bensin masih Rp 700. Cukup buat isi tangki sepeda motorku Honda 70 yang pemakaian bensin 2 liter untuk 1 minggu. Yang lebih menyenangkan, dari keaktifan dalam majalah kampus ini saya beberapakali berkeliling untuk mengikuti pelatihan. Sertifikat dan Sertifikat yang aku peroleh. 
Semua aku kumpulkan sampai tahun 1997 saat bandai krisis datang yang mengganggu kelangsungan tabloit Natas hingga macet. &lt;P&gt;Setahun tidak terbit karena badai ekonomi, rektor USD saat itu, Sastraprateja meminta Natas segera terbit. “Kalau tidak bubarkan saja UKM Penerbitan (yang menerbitkan Natas),” kata dia. Tidak ingin mati begitu saja, saya dan Batoe salah seorang awak yang masih ada berusaha menerbitkan Natas. &lt;P&gt;Alhasil, Natas terbit kembali. UKM Penerbitan Kampus tidak jadi dibrendel rektorat. Segera kita melakukan rekrutmen hingga mendapatkan sekitar 10 orang awak yang kemudian meneruskan penerbitan. Selang setahun kemudian saya lulus dari USD. Keberuntungan berpihak padaku. &lt;P&gt;Usai pendadaran, Harian Bernas membuka lowongan wartawan. Dengan modal berbagai sertifikat yang aku miliki aku akhirnya dinyatakan lolos menjadi wartawan Bernas bersama empat orang temanku lainnya. &lt;P&gt;Mereka adalah Sigit Rahmawan Abadi (sekarang wartawan BPost Banjarmasin), I Nyoman Wiryadinata (sekarang reporter Trans TV di Bali), Aris (yang akhirnya mengundurkan diri dari Bernas) dan Clemon (sekarang reporter Trijaya FM di Yogyakarta). Begitu masuk Bernas aku ditempatkan di Cilacap Jawa Tengah. &lt;P&gt;Enam bulan aku di tempatkan di sana. Setelah itu saya dimutasi ke Gunung Kidul Yogyakarta. Di daerah yang dikenal dengan kekeringannya itu aku berkarya selama dua tahun. Setelah itu saya dimutasi di kota dipasrahi liputan LSM, kuliner dan sebagainya. Setelah 1 tahun enam bulan, saya dimutasi lagi ke Gunung Kidul sampai akhirnya bulan Agustus 2003 akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk berkarya di Banjarmasin. &lt;P&gt;Sesampainya di Banjarmasin saya di tempatnya di Harian Metro Banjar (grup Banjarmasin Post) sampai saat ini. Tepatnya 12 Agustus 2007 ini saya genap empat tahun merantau dan berkarya di harian Metro Banjar untuk wilayah liputan Hukum Kriminal di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan dan sekarang di Banjarmasin. Salam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6411484433644948660-3344910108215233429?l=ekosutriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekosutriyanto.blogspot.com/feeds/3344910108215233429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6411484433644948660&amp;postID=3344910108215233429&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6411484433644948660/posts/default/3344910108215233429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6411484433644948660/posts/default/3344910108215233429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekosutriyanto.blogspot.com/2007/11/biografi-jurnalistik-eko-sutriyanto.html' title='Biografi Jurnalistik Eko Sutriyanto'/><author><name>ekosutriyantodotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17817081341127069590</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6411484433644948660.post-3880614228681333137</id><published>2007-11-13T02:34:00.000-08:00</published><updated>2007-11-13T02:35:15.814-08:00</updated><title type='text'>Jadi Jurnalis Jangan Aji Mumpung</title><content type='html'>Beberapa waktu lalu saya pernah berkenalan dengan wanita yang tiba-tiba muncul di Polres Banjar, tempat biasa saya nongkrong setiap pagi. Layaknya mendapatkan teman baru akupun memperkenalkan diri sebagai wartawan Metro Banjar (Grup Banjarmasin Post).
Belakangan saya tahu, ia ingin sekali ketemu denganku. Bukan kenapa-kenapa. Ia penasaran dengan tulisan-tulisan kriminalku yang dimuat di Harian Metro Banjar.
“Saya senang berkenalan dengan kamu. Saya sering baca tulisanmu di Metro,” ujar dia.
Untuk menjamu kedatangan teman baru, akupun mengajaknya ke kantin Mapolres yang berada persis di belakang gedung. Pesan dua soto dan es teh. Setelah selesai kita pun makan dan akupun memperkenalkannya pada pejabat Polres Banjar.
Sepekan setelah perkenalan itu ia sudah tidak pernah muncul lagi di Mapolres Banjar. Belakangan aku mendengar ia mengundurkan diri karena tidak betah dengan dinamika perkerjaan sebagai seorang jurnalis.Tidaklah gampang menjadi seorang jurnalis apalagi di bagian Kriminal.
Bisa dibayangkan setiap saat kita diminta harus bersiap-siap bekerja meliput. Bisa jadi saat seluruh masyarakat terlelap dalam tidur, kita justru harus keluar untuk meliput sebuah kejadian.
Seorang teman saya punya pengalaman cukup menarik. Di tengah menunggu kelahiran anak sulungnya di rumah sakit, tiba-tiba terjadi kebakaran hebat di pasar Martapura. Karena merasa wilayah itu tanggungjawabnya ia meninggalkan sang istri demi mengejar sebuah berita kebakaran.
Menjadi seorang jurnalis, setiap detik adalah stanby untuk bekerja. Inilah yang kurang disadari banyak jurnalis baru yang akhirnya memilih mundur daripada disuruh kerja malam. Pekerjaan sebagai jurnalis memang membutuhkan tenaga dan pikiran yang sangat ekstra.
Kritik dan keluhanpun mengarah kepada calon istriku. Kendati di luar kota, tepatnya di Pontianak, ia pun sering protes ketika aku belum pulang. Nyaris setiap jam saat dia pulang mengajar di kampus Widya Dharma Pontianak, ia menanyakan keberadaanku.
Pun lagi tengah asiknya bertelepon, ia pun memprotes karena aku harus meliput. Tugasku di bagian criminal memang tidak bias ditebak. Kapanpun harus siap keluar rumah. Kadang aku merasa, inilah sebenarnya seorang jurnalis. Perlu pemahaman orang dekat agar mampu menahani.
Di samping itu semua, siapapun yang ingin menjadi seorang jurnalis, haruslah mempunyai motivasi dan berkeinginan yang kuat untuk memang menjadi jurnalis. Sederhananya, jadi jurnalis bukanlah aji mumpung sebelum mendapatkan pekerjaan.
Sebenarnya yang lebih afdol dan kemudian awet menjadi jurnalis adalah aktivis di pers kampus. Catatan saya sejumlah rekan yang aku kenal, sebelum terjun ke dunia kerja sebagai jurnalis, mereka aktivis mahasiswa di kampusnya masing-masing.
Bagi yang bercita-sita menjadi jurnalis tidak ada salahnya mengikuti kegiatan kampus yang sekira dapat mendorong atau memotivasi terjun secara total menjadi seorang jurnalis setelah lulus dari kuliah kelak. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6411484433644948660-3880614228681333137?l=ekosutriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekosutriyanto.blogspot.com/feeds/3880614228681333137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6411484433644948660&amp;postID=3880614228681333137&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6411484433644948660/posts/default/3880614228681333137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6411484433644948660/posts/default/3880614228681333137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekosutriyanto.blogspot.com/2007/11/jadi-jurnalis-jangan-aji-mumpung.html' title='Jadi Jurnalis Jangan Aji Mumpung'/><author><name>ekosutriyantodotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17817081341127069590</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6411484433644948660.post-3807174871922491243</id><published>2007-11-13T02:28:00.000-08:00</published><updated>2007-11-19T03:32:48.513-08:00</updated><title type='text'>Tantanganku Jurnalistik Teruji</title><content type='html'>Bukan perkara yang mudah mendapatkan suatu komentar ketika seorang jurnalis telah mengawalinya pemberitaan tanpa mengenalkan diri terlebih dahulu untuk mendapatkan sebuah tanggapan sebuah berita. 
Seperti yang aku alami. Sebagai seorang wartawan yang meliput Kabupaten Banjar tidak akan dilepaskan dari kasus kaburnya Abdul alias Adul dari LP Batu Nusakambangan Cilacap.
Sebenarnya malam saat Adul kabur, kantor Mabes di Banjarmasin telah meminta kami sebagai wartawan daerah untuk memintai komentar dari pihak keluarga. Calling sana-sini hasilnya nihil. 
Namun terobati dengan berhasilnya menghubungi Sudarsono SH yang menjadi penasehat hukum Adul. Komentar Bla Bla. Berita aku ketik dan kukirim ke kantor Mabes Metro Banjar di Banjarmasin via modem.
Keesokan harinya, aku bersama dengan Sigit Rahmawan Abadi (wartawan BPost) yang ngepos di Martapura mendatangi keluarga Adul yang ada di Cindai Alus, Tahap pertama aku hubungi Babinkamtibmas desa setempat, Britu Yanto.
Dari dialah saya akhirnya dipertemukan dengan Ketua RT dimana keluarga Adul tinggal. Ngomong sana sini, kita dapat info, kakaknya berada di Loktabat, sekitar 1 km dari kantor Biro BPost Grup Banjarbaru.
Datang ke sana, kita seolah-olah anggota polisi yang mencari informasi keberadaan Adul. Pengumpulan data, komentarpun tersusun. Singkat cerita kita mendapatkan data pendapat dan komentar dari kakak Adul.
Sorenya berita disusun dan akhirnya keluar sebagai headline halaman satu di harian Metro Banjar.  Rupanya siang harinya, Adul tertangkap dan pimpinan di Banjarmasin meminta kembali komentar dari kakak Adul.
Karena saat itu Sigit sedang off, maka BPost mengutus Anita Kusuma W untuk ke rumah kakak korban. Karena aku pernah ke rumahnya, ia mengajak aku. Sesampainya di sana peristiwa yang tidak saya duga-duga terjadi.
Sehari sebelumnya, kakak Adul menerima kedatangan kami dengan bersahabat, berubah 180 derajat. Ia menyatakan tidak terima berita yang menurut mereka mencoreng nama baik keluarganya diumbar-umbar ke media.
Saat di tumah itu ada seorang  lelaki berwajah sangar terus memandangi kita. Ketakutan akan mendapatkan serangan mulai nampak. Sebagai langkah antisipasi aku berada di belakang Anita.
Mereka menanyakan maksud kedatangannya kembali ke rumah itu. Nita menjawab singkat memberitahukan bahwa Adul tertangkap kembali dengan kondisi selamat. 
Mendengar hal itu, raut muka anggota keluarga itu  sontak berubah. Tidak ada komentar yang terucap dari keluarga itu. Kitapun tidak ingin berlama-lama. Pamit, kemudian kembali ke kantor biro.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6411484433644948660-3807174871922491243?l=ekosutriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ekosutriyanto.blogspot.com/feeds/3807174871922491243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6411484433644948660&amp;postID=3807174871922491243&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6411484433644948660/posts/default/3807174871922491243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6411484433644948660/posts/default/3807174871922491243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ekosutriyanto.blogspot.com/2007/11/tantanganku-jurnalistik-teruji.html' title='Tantanganku Jurnalistik Teruji'/><author><name>ekosutriyantodotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17817081341127069590</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
